domingo, 13 de septiembre de 2026

Gerakan Sempalan di Kalangan Umat Islam Indonesia: Later Belakang Sosial-Budaya Martin van Bruinessen 1992, Ulumul Qur'an, Vol. II, No. 1

https://www.academia.edu/175443026/Gerakan_Sempalan_di_Kalangan_Umat_Islam_Indonesia_Later_Belakang_Sosial_Budaya?email_work_card=title Di lndonesia, istilah gerakan sempalan biasa ditanggapi dengan sikap khawatir dan waswas. ini terlebih karena hal itu dianggap sebagai ancama_ n terhadap k~mapanan ortodoksi yang ada di sini. Melalui analisis sosial-budaya, penulis memperlihatkan bahwa sekalipun sekte-sekte "sempalan" itu berawal dari gera'kan protes sosial-politik dan penolakan terhadap paham dominan, tidak semua sekte akan berkembang menjadi denominasi. Kekecewaan eskatologis yang menyebabkan suatu sekte mundur dari usaha transformasi dunia sekitar dan melakukan 'uz/ah kolektif, serta penghayatan keagamaan yang lebih mengarah kepada penghayatan individual, adalah beberapa di antara penyebab suatu sekte akan tetap tinggal sebagai sekte. Sambil menolak anggapan munculnya gerakan sempalan sebagai suatu gejala krisis, penulis juga memperlihatkan bagaimana kehadiran kelompok-kelompok "eksklusif' seperti ini sering dirindukan oleh beberapa orang untuk memberikan . perlindungan sosial dan psikologis

No hay comentarios: